Lebih Dari Sekadar Tata Ruang, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mengajak Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Melihat Dari Perspektif Kependudukan

Yogyakarta – Perencanaan wilayah dan kota tidak semata dipandang sebagai urusan tata ruang fisik, namun perlu dilihat secara komprehensif dari berbagai sudut pandang. Hal tersebut menjadi pesan dalam kuliah umum yang disampaikan oleh Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta Mohamad Iqbal Apriansyah kepada mahasiswa Fakultas Teknik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Kamis, 2 April 2026 secara daring.

Kuliah umum yang dihadiri sekitar 70 mahasiswa tersebut, Iqbal menekankan bahwa dinamika kependudukan memiliki peran krusial dalam menentukan arah pembangunan wilayah. Perencanaan wilayah masa depan harus mampu membaca dan mengintegrasikan data kependudukan ke dalam setiap kebijakan. Beliau menjelaskan bahwa aspek kependudukan seperti pertumbuhan penduduk, struktur umur, persebaran, hingga kualitas sumber daya manusia akan sangat mempengaruhi kebutuhan ruang dan infrastruktur. Dalam kuliah umum tersebut mahasiswa diajak untuk melihat bagaiman isu-isu strategis seperti bonus demografi, urbanisasi, serta ketahanan keluarga memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan wilayah. Bonus demografi dan aged population merupakan isu kependudukan yang terjadi di DIY. Bonus demografi dinilai sebagai peluang sekaligus tantangan yang harus diantisipasi melalui perencanaan yang matang.

“Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan jika didukung oleh perencanaan yang tepat, termasuk penyediaan lapangan kerja, hunian layak, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan” jelasnya.

Lebih lanjut, beliau menyoroti pentingnya pembangunan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat serta menegaskan bahwa kualitas keluarga akan berpengaruh langsung terhadap kualitas lingkungan sekitar. “Ketika keluarga memiliki ketahanan, maka masyarakat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan” tambahnya.

Kuliah umum ini disambut antusias oleh para mahasiswa yang aktif memberikan tanggapan pada sesi tanya jawab. Rashyd, salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa materi yang diberikan membuka wawasan baru bahwa perencanaan wilayah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sangat berkaitan dengan aspek sosial dan demografi. Ia meminta saran dari Kepala Perwakilan BKKBN DIY sebagai birokrat dan praktisi tentang kontribusi apa yang dapat diberikan oleh generasi muda khususnya untuk mengoptimalkan peluang bonus demografi. Disarankan agar para mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi betul-betul memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga menjadi SDM unggul, berbudaya, menguasai IPTEK, dan nantinya dapat masuk atau menciptakan lapangan pekerjaan.

Sesi ditutup dengan apresiasi dan pesan agar mahasiswa PWK mampu mengembangkan pola pikir yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap tantangan pembangunan di masa depan. Integrasi antara aspek tata ruang dan kependudukan menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang inklusif dan berdaya saing. Kuliah umum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik rencana pembangunan, terdapat dimensi manusia yang tidak boleh diabaikan, perencana harus memahami manusia sebagai subyek utama pembangunan. Perencanaan wilayah dan kota pada akhirnya adalah tentang bagaimana menciptakan ruang hidup yang mampu menjawab kebutuhan penduduk secara berkelanjutan.

Penulis : Dessy Phawestrina

Editor : Christin Apriliya Adam

Dokumentasi : Tim Humas

Rilis : Kamis, 2 April 2026

Post Terkait